Postingan

Waktu Yang Tepat Menggunakan Lampu Flash Saat Memotret

Gambar
Mari kita lihat sama-sama beberapa situasi yang mengharuskan kamu menggunakan lampu flash. 1. Memotret dalam ruangan atau di lingkungan yang kurang cahaya Tujuan utama lampu kilat tentu untuk menerangi objek foto yang terlihat gelap atau lokasi foto yang kurang cahaya. 2. Memotret membelakangi cahaya yang terang Terkadang saat memotret, kita menghadapi situasi dimana objek yang kita inginkan tampil membelakangi cahaya. Istilah dalam fotografi adalah  backlight. Kondisi ini sering terjadi saat kita memotret   sunset , sunrise ataupun sesi foto strobist dimana kita dengan sengaja menempatkan flash eksternal di belakang model untuk mendramatisasi foto. Nah, cahaya yang datang dari belakang objek yang dipotret akan membuat kamera kesulitan mengukur   metering   untuk pencahayaan objek utama. jika kita mengukur metering kamera pada background maka hasilnya objek utama akan tampil sebagai   siluet , sebaliknya jika kita mengukur   metering ...

Waktu Yang (Tidak) Tepat Menggunakan Lampu Flash Saat Memotret

Gambar
Setelah mengetahui beberapa kondisi yang perlu menggunakan lampu flash, kini kita akan melihat situasi-situasi dimana kita tak perlu memakainya. 1. Event Olahraga Beberapa pertandingan olahraga tidak mengizinkan fotografer menggunakan lampu kilat karena dapat mengganggu pemainnya. Selain itu jika kamu memotret jenis pertandingan dengan area berskala besar semacam sepakbola atau balap mobil, tentu kamu tak butuh lampu kilat. Yang lebih kamu butuhkan untuk situasi semacam ini adalah   lensa telefoto . 2. Konser musik, Ibadah ataupun acara ceremonial yang diatur demikian Beberapa penyelenggara konser ataupun pertunjukan juga tak membolehkan memotret dengan lampu kilat. Sementara itu ada tempat ibadah atau acara resmi yang juga membatasi penggunaan lampu flash ini. Pastikan kamu berkoordinasi dengan panitia penyelenggara ataupun pihak yang berwenang di sebuah acara, sebelum   nyelonong   masuk dan memotret dengan kamera dan lampu flashmu. Jangan malas juga u...

Tips Memotret Human Interest

Gambar
Oke, jika kita setidaknya sudah mengerti apa itu foto human interest dan juga tujuan foto, dimana bukan cuman sekedar jepret sana jepret sini, sekarang kita akan melihat bagaimana mendapatkan foto human interest yang baik. 1. Momen Salah satu quote fotografer terkenal dalam sejarah fotografi, Henry Cartier Bresson adalah ; “The picture is good or not from the moment it was caught in the camera”. Demikian pentingnya momen dalam sebuah foto yang menjadikan foto tersebut bernilai luar biasa. Jadi mulailah melatih mata anda untuk menangkap momen di sekeliling anda. Jelilah terhadap kondisi sekeliling lingkungan dimana saja anda berada, karena ada orang yang memang bersikap acuh tak acuh terhadap sekelilingnya, dengan sikap seperti itu anda hanya akan melewatkan begitu banyak momen berharga di sekeliling anda. 2. Karakter Subjek foto anda seharusnya memiliki karakter yang kuat, atau memiliki latar cerita yang bisa terlihat tanpa anda dengan sengaja harus mengeksplornya. Ha...

Menyimpan Kamera DSLR & Kamera Saku Dengan Benar

Gambar
Setelah melihat beberapa ‘bahaya’ yang bisa dialami kamera ketika disimpan secara sembarangan tadi, kini kita akan melihat beberapa alat yang bisa digunakan untuk menyimpan kamera dan menjaganya dari ‘bahaya’ tadi. Dry Cabinet atau Dry Box Seperti namanya, Dry Cabinet atau Dry Box adalah kotak ‘kering’ penyimpanan kamera yang populer di kalangan fotografer. Utamanya bagi yang memiliki gear yang sudah cukup banyak serta bermacam-macam. Dry Cabinet atau dry box adalah sebuah kotak yang dirancang sedemikian rupa sehingga tingkat kelembaban di dalam kotak tersebut bisa terjaga secara konstan. Untuk menjaga tingkat kelembaban udara dalam kotak tetap konstan dipergunakan alat yang dinamakan Humidity Controler dengan fungsi semacam termostat, bedanya jika termostat mengatur suhu maka alat ini mengatur kelembaban. Selain itu biasanya juga sudah terpasang di dalam kotak tersebut adalah hygrometer, fungsi alat ini tentunya untuk mengukur tingkat kelembaban dalam kotak te...

Menghaluskan Cahaya Flash Internal Saat Memotret Model

Gambar
Flash internal adalah alternatif bagi Anda yang ingin memotret tapi cahaya yang ada tidak memadai. Umumnya kebanyakan orang yang memiliki kamera digital baik itu kamera saku atau DSLR, memanfaatkan sumber cahaya flash ini, contohnya dalam memotret model atau teman sendiri yang bergaya model hehe. Flash internal merupakan alternatif lampu flash yang praktis dan terbilang sangat murah (baca : gratis) ketimbang harus membeli lampu flash eksternal, penggunaan flash internal cukup banyak di kalangan penghobi fotografi pemula. Sayangnya, ada beberapa kekurangan yang cukup terasa dari penggunaan flash internal ini, salah satunya adalah sifat cahaya yang dihasilkan tergolong keras. Cahaya yang keras di sini maksudnya ketika kita memotret akan menimbulkan bayangan yang cukup terasa, coba lihat foto di bawah ini ketika menggunakan flash internal. Tampak bayangan hitam di arah belakang objek foto. Jenis cahaya seperti ini ketika diaplikasikan memotret model, kurang bagus ka...

Mengenal Auto Exposure Bracketing (AEB)

Gambar
Auto Exposure Bracketing (AEB) merupakan fitur yang memungkinkan kamera untuk mengambil 3x (atau lebih) shot dengan eksposur yang berbeda-beda. Dengan AEB ini Anda tidak perlu repot lagi mengatur kamera saat memotret lebih dari 1x untuk menghasilkan eksposur yang berbeda. Bingung? Jika Anda masih bingung dengan penjelasan awal di atas, kemungkinan Anda belum memahami apa itu eksposur. Hmmm.. Rekomendasi saya sebaiknya Anda membaca aritkel tentang  eksposur   di sini dan juga artikel tentang  light meter   di sini, jika sudah paham maka silahkan balik ke artikel ini. Petunjuk Menggunakan Auto Exposure Bracketing (AEB) Dalam panduan ini saya mengambil contoh dari kamera Canon yang saya gunakan yaitu  Canon EOS 600D . Mungkin caranya akan sedikit berbeda bila di kamera lain. Tapi setidaknya Anda mendapat petunjuk penggunaan AEB dari panduan ini. Jadi silahkan disimak saja, gak ada ruginya kok!! Berikut panduan menggunakan Auto Exposure Bracketing (A...

Memotret Foto Panning Objek

Gambar
Memotret objek bergerak dengan background blur memang membawa keindahan tersendiri. Tapi jangan salah, saat dihadapkan dengan objek yang bergerak, kita memiliki dua pilihan. Yang pertama, m embekukan gerakannya   menggunakan shutter  speed cepat atau kedua, membuat background foto blur namun objek tetap tajam. Jika kita memilih membekukan gerakan (teknik ini dinamakan   freezing) , maka umumnya background foto tetap akan terlihat tajam. Tapi jika memilih background jadi blur dengan efek gerakan, itulah yang disebut dengan teknik   foto panning . Membuat sendiri foto panning tanpa aplikasi, pada dasarnya cukup mudah. Anda hanya perlu menyempatkan waktu sejenak di tengah kesibukan setiap hari, untuk kemudian mengambil kamera dan memotret. Mari kita praktekkan bersama memotret foto panning dengan objek yang kita jumpai sehari-hari. Apa saja yang Anda temui setiap hari? Bagi yang bekerja, mungkin dalam perjalanan ke kantor akan bertem...