Tips Memotret Human Interest
Oke, jika kita setidaknya sudah mengerti apa itu foto human
interest dan juga tujuan foto, dimana bukan cuman sekedar jepret sana jepret
sini, sekarang kita akan melihat bagaimana mendapatkan foto human interest yang
baik.
1. Momen
Salah satu quote fotografer terkenal dalam sejarah fotografi,
Henry Cartier Bresson adalah ; “The picture is good or not from the moment it
was caught in the camera”.
Demikian pentingnya momen dalam sebuah foto yang menjadikan foto
tersebut bernilai luar biasa. Jadi mulailah melatih mata anda untuk menangkap
momen di sekeliling anda.
Jelilah terhadap kondisi sekeliling lingkungan dimana saja anda
berada, karena ada orang yang memang bersikap acuh tak acuh terhadap
sekelilingnya, dengan sikap seperti itu anda hanya akan melewatkan begitu
banyak momen berharga di sekeliling anda.
2. Karakter
Subjek foto anda seharusnya memiliki karakter yang kuat, atau
memiliki latar cerita yang bisa terlihat tanpa anda dengan sengaja harus
mengeksplornya.
Hal itu juga bisa didukung dengan background foto atau kondisi lingkungan
yang ada. Perhatikan foto kedua di atas, yang menjadi subjek foto mungkin
terlihat biasa saja, tapi perhatikan kondisi background atau latar lingkungan,
anda pasti mengerti maksud foto tersebut tanpa harus saya jelaskan.
3. Natural
Maksud dari natural di sini adalah foto human interest yang kita
buat, seharusnya bersifat natural atau alami. Tanpa harus diarahkan atau
diminta berpose seperti apa, jika sudah diminta atau diarahkan malah kita sudah
punya model dong, jadi masuk kategori foto konsep atau malah portrait dengan
model.
4. Candid
Masih berhubungan dengan foto yang natural, agar supaya kita bisa
mendapatkan pose yang alami, salah satu caranya adalah dengan teknik candid,
ambillah foto tanpa diketahui oleh orang tersebut.
Agar supaya nyaman dalam mengambil foto candid, kebanyakan
fotografer menggunakan lensa tele atau lensa dengan jarak fokal yang jauh
seperti 200mm, memang dengan lensa tersebut kita mudah untuk mendapatkan efek
candid, namun tak ada salahnya juga jika anda menggunakan lensa dengan fokal
length yang pendek, foto di atas adalah salah satu favorit saya, berlokasi di
salah satu pasar tradisional, saya menggunakan lensa 50mm untuk mendapatkan
foto tersebut.
Namun jika anda tak punya kamera SLR atau kamera digital,
manfaatkanlah yang ada. Saya pribadi jauh lebih mudah memotret candid
menggunakan smartphone daripada menggunakan kamera SLR, yaialah… dari ukurannya
saja sudah jauh berbeda.
Smartphone jika dilihat orang belum tentu untuk memotret, mungkin
saja orang yang memegang sedang sms-an atau yang lain, lah.. kalau kamera, ya
pasti untuk memotret, kan tak mungkin dipake buat nelpon hehehe.
Apalagi dengan fleksibilitas dan portabilitas yang dimiliki
smartphone, pasti anda selalu siap dengan smartphone kemana-mana.
5. Komposisi
Masih ingat dengan bahasan Komposisi Rule of Thirds ? Anda bisa pergunakan komposisi tersebut
juga dalam memotret human interest.
Namun jangan terpaku dengan komposisi tersebut, karena komposisi
yang baik juga bila anda mampu menampilkan bahasa tubuh dari subjek foto atau
ekspresi yang ditunjukkan subjek foto.
6. Pahami peralatan yang anda gunakan
Jika anda menggunakan kamera SLR, pastikan anda memahami benar cara
penggunaan kamera anda, jangan sampai sebuah momen terlewatkan hanya karena
anda kebingungan, dimana harus mengatur ISO yang kelewat tinggi.
Demikian juga berlaku jika anda menggunakan smartphone, jangan
sampai salah tekan aplikasi yaa, mau tekan kamera eh malah yang terpilih
aplikasi chatting atau malah camera 360.
Intinya kuasailah pengoperasian peralatan yang anda miliki, karena
kamera yang terbaik untuk memotret adalah kamera yang anda pegang saat ini,
pastinya.
7. Hargai privasi orang lain
Ingat tujuan utama foto human interest adalah menggugah atau
memotivasi orang yang melihat, namun bagaimana jika yang difoto saja tidak
merasa nyaman karena merasa terganggu privasinya?
Di sini sebagai fotografer kita harus belajar menghargai orang
lain apalagi menyangkut privasi. Saya sering melihat banyak fotografer yang
memperlakukan subjek fotonya seolah seperti mangsa buruan (makanya kan lahir
istilah hunting foto, hunting ya berburu hehe).
Kondisi seperti ini sering saya lihat dalam pemotretan model,
apalagi modelnya satu dan fotografernya sepuluh atau lebih, waahh…
Yang terpikir disitu hanya bagaimana saya mendapatkan angle yang
bagus, spot yang menarik, kadang bahkan menyepelekan modelnya nyaman atau
tidak, walaupun tetap itu memang tuntutan profesionalitas seorang model juga
sih.
Eh kok jadi soal model sih, haha. Pokoknya saat anda memotret
human interest, kenyamanan orang yang difoto tetap yang utama, jangan sampai
membuat mereka tesinggung atau hanya diperlakukan sebagai objek foto saja,
cobalah untuk berinteraksi, ngobrol sedikit atau tanya-tanya, dengan begitu
tentu suasana jadi lebih rileks dan santai.
Sebagai tambahan, untuk foto human interest biasanya orang
menggunakan warna hitam putih, agar supaya perhatian orang yang melihat, tidak
terdistraksi atau teralihkan dengan warna yang menonjol dan hanya terfokus pada
subjek foto dan makna foto.

Komentar
Posting Komentar