Membuat Foto Cahaya Lampu Tampak Seperti Bintang
Efek bintang sering kita lihat dalam pemotretan malam hari,
contohnya foto lalu lintas jalan raya atau foto suasana kota (cityscape), namun
jika kamu sudah mengerti bagaimana tekniknya, membuat efek ini di waktu
apapun tentu saja bisa.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat efek cahaya lampu
tampak seperti bintang di foto.
1. Gunakan Mode Manual (M) atau Aperture Priority (
A/Av)
Pastikan terlebih dahulu kamu sudah mengerti bagaimana
caranya mengganti mode pada kamera, setiap kamera memiliki roda untuk mengganti
menu di bagian atas kamera, dimana roda tersebut bisa diputar yang mengarahkan
panah pada masing-masing mode yang dipilih.
Nah pilihlah mode Manual yang sering disimbolkan dengan huruf M
atau mode Aperture Priority yang disimbolkan dengan Av atau A saja. Mungkin
kamu bertanya kenapa hanya kedua mode tersebut ? Oke, dalam membuat efek
bintang, pada dasarnya kita perlu mengatur aperture/bukaan diafragma lensa.
Agar supaya kita bisa dengan mudah mengubah nilai dari aperture
atau bukaan lensa, maka kedua mode tersebutlah yang paling tepat. Namun
masing-masing mode memiliki cara tersendiri untuk mengubah nilai aperture,
untuk itu mari kita melihat langkah ke dua.
2. Seting nilai Aperture pada bukaan kecil
Efek bintang yang kita bicarakan tadi akan muncul hanya bila kita
menggunakan bukaan lensa yang kecil. nah di mode Manual atau Aperture Priority
silakan ganti nilai aperture yang muncul di layar dengan nilai yang besar,
pahami kembali bagaimana aperture dan cara penamaan di kamera pada link tadi.
Aperture yang kecil ditandai dengan nilai F yang besar di kamera,
silakan kamu ganti nilai F itu menjadi besar. Saran saya gunakanlah f/14
atau f/16, hindari bukaan yang terlampau kecil seperti f/25 atau f/32 karena
akan menyebabkan difraksi lensa dan ketajaman foto akan banyak berkurang.
Selanjutnya mungkin yang sedikit membingungkan adalah mengubah
nilai aperture di kamera, jika kamu menggunakan mode manual, masing-masing
kamera memiliki caranya masing-masing.
Kamu juga bisa membuka buku manual kamera atau search di
Google cara mengganti nilai aperture sesuai dengan kameramu. Biasanya pada
bagian atas kamera dekat tombol shutter ada tombol khusus yang bergambar
diafragma atau semacam itu yang fungsinya untuk mengganti nilai aperture.
Kamu juga bisa masuk ke menu kamera dan lihat di bagian
pengaturan untuk mengganti nilai aperture. Saran saya gunakan saja mode
Aperture Priority (A atau Av), karena ini adalah cara yang paling mudah,
tinggal memutar roda dial di kamera , dan nilai aperture akan berubah sesuai
keinginan.
3. Sesuaikan nilai
shutter speed kamera
Konsekuensi dari nilai aperture yang besar atau bukaan kamera yang
kecil, foto yang akan kita hasilkan akan under eksposur atau bisa saja gelap
total. Untuk itu kita harus menyesuaikan shutter speed yang ada.
Jika kamu menggunakan mode manual silakan putar roda dial
kamera ke kiri untuk mengubah nilai shutter speed menjadi lebih lambat,
sesuaikan hingga lightmeter yang muncul di viewfinder kamera berada di titik 0,
atau pas di tengah-tengah.
Jika memotret di malam hari, biasanya kamu akan mendapatkan
shutter speed di kisaran belasan detik. Berbeda dengan manual mode, saat
kamu menggunakan Aperture Priority, kamera secara otomatis sudah
menentukan berapa detik shutter speed yang ada tanpa harus diubah-ubah lagi.
|
|
|
|
4. Matikan auto
ISO
Saat memotret di kondisi malam hari, metering kamera akan memilih
setingan ISO yang tinggi guna mengatasi situasi under eksposure yang terbaca.
kamu tak maukan jika nanti hasil fotonya penuh dengan bintik-bintik noise
di seluruh frame foto.
Matikan saja fitur auto ISO kemudian set ISO ke nilai paling
rendah, biasanya 100 atau 200. Dengan begitu hasil foto yang ada akan memiliki
kualitas maksimal.
5. Gunakan tripod
Tripod merupakan benda wajib saat memotret dengan shutter speed
lambat, apalagi jika sampai belasan detik. Jika masih ngeyel mau pake tangan
sih silakan, paling yang muncul di foto nanti adalah gambar abstrak karena blur
hehehe.
Jika tak ada tripod, kamu bisa mencari tempat datar untuk
meletakkan kamera, tapi tentu akan membuatmu jadi sulit mengkomposisikan
gambar nantinya.
6. Auto fokus atau
manual fokus
Saat memotret di malam hari biasanya kamera akan mengalami
kesulitan saat menentukan titik fokus, hal paling parah adalah kamera tak bisa
mengunci fokus karena kondisi yang remang atau kurang cahaya.
Jika dalam situasi seperti ini, biasanya manual fokus akan jauh
lebih berguna. Silakan pindah tuas fokus di lensa ke manual, lalu masuk ke mode
live view, zooming pada objek yang ingin difokus, lalu putar ring fokus sampai
area yang tampak di layar LCD jadi fokus.
7. Gunakan timer
atau shutter release
Agar kamera tidak bergoyang saat kamu menekan tombol shutter,
gunakanlah timer pada kamera, atau jika punya, gunakan saja shutter release.
Shutter release adalah alat yang berfungsi untuk memicu shutter pada kamera.
Shutter release biasanya tersambung dengan kabel namun ada juga
yang tanpa kabel (wireless), pastikan saat membeli shutter release, sesuai
dengan tipe dan model kamera kesayaganmu. Shutter release juga akan bermanfaat
saat kamu menggunakan mode bulb di kamera (memotret dengan shutter speed
lebih dari 30 detik).

Komentar
Posting Komentar