Memilih Angle Foto Yang Tepat


Mari kita lihat beberapa angle foto yang sering dipakai saat memotret, dan bagaimana memilih yang tepat kalau ingin memotret.

1. Frog’s Eye

Kebiasaan fotografer yang suka tiarap ya ini… Hasil fotonya akan menyerupai penglihatan kodok berharap bintang jatuh di tengah hari, hehe.
Angle foto frog eye memang lebih menekankan sudut pandang  sangat rendah dari objek foto utama. Terkadang sampai rata dengan tanah.
Kesan yang akan di dapat adalah sudut pemandangan yang tidak biasa, hal ini bisa kamu aplikasikan jika mau menonjolkan kemegahan sebuah konstruksi bangunan, ataupun sekedar memotret langit biru dengan hiasan gedung pencakar langit.
Angle foto jenis ini tentu akan cocok kalau objek foto yang kamu incar sesuai dengan kesan yang nampak tadi. Contohnya: foto gedung, jembatan yang megah.
Kalau ini dipakai memotret model, maka efek yang paling mudah terlihat adalah modelmu akan tampak seperti raksasa hehe. Tapi hal itu tergantung lensa yang dipakai juga, jika tak mau model jadi raksasa, ambil jarak yang cukup jauh dan gunakan lensa dengan focal length panjang (lensa tele).
Jangan lupa, agar mempermudah kamu mengkomposisi foto, gunakan kamera yang layarnya bisa tilting ,atau layar LCD kameranya bisa dilipat.

2. Bird’s Eye View 

Sudut pandang bird’s eye view akan menampilkan foto yang umumnya diambil dari atas atau lebih tinggi dari objek foto. Beberapa jenis foto yang menggunakan elang drone akan sangat menonjolkan ciri khas angle foto ini.
Beberapa kesan yang akan ditangkap dari foto jenis ini antara lain: area foto yang luas bahkan terkadang sangat luas, oleh karena itu angle foto ini banyak dipakai saat pemetaan ataupun untuk pengawasan suatu area.
Untuk mendapatkan angle foto ini kamu tak perlu untuk membeli drone yang harganya berjuta-juta. Cukup nangkring di atas dahan pohon pun, kamu sudah bisa mendapat sudut pandang semacam ini, asal pohonnya dipinggir jurang hehe.. Becanda.
Jika pengen yang lebih modern pun bisa, memotret dari atas gedung pencakar langit 15 lantai juga akan membawa kesan ini. Tapi jika kamu benar-benar ingin merasakan bagaimana sensasinya memotret dengan sudut pandang bird’s eye view ini, cobalah memotret dengan drone tadi dan kamu akan tahu perbedaannya.

3. Eye Level 

Tanpa bermaksud merendahkan yang tinggi badannya agak kurang, angle foto eye level adalah ketika kita memotret objek foto (manusia), kita menyesuaikan sudut pandang sama dengan tinggi model yang kita potret.
Patokan yang paling umum adalah mata model tersebut. Selain itu mata juga bagian yang senantiasa menjadi fokus utama setiap pemotretan model.
Jadi kalau model kamu sedikit mmm lebih pendek rendah dari kamu, yah kamu harus rendah hati eh maksudnya merendahkan posisi kameramu untuk mendapatkan angle foto ini.
Tujuannya tentu agar supaya memberikan kesan natural serta mirip dengan yang dilihat mata normal.
Meski begitu terkadang sudut foto ini membuat kesan membosankan, karena sudah terlampau sering dipergunakan oleh fotografer. Oleh karena itu kadang fotografer menaikkan atau menurunkan sudut pandangnya, sehingga muncul jenis angle foto berikut ini:

4. Low Angle

Berbeda dengan frog eye yang membuat fotografer kadang harus tiarap rebahan, low angle cuma memaksa kamu untuk sedikit jongkok ataupun sedikit merendahkan posisi tangan kamu saat memotret, dan kemudian diarahkan ke objek.
Dengan memanfaatkan low angle, kita memberikan kesan yang mirip dengan frog eye, hanya tidak seekstrim itu. Kesan megah, gagah dan powerful akan tampak dalam foto dengan menggunakan angle ini.
Selain itu sudut pandang ini cocok kalau kamu lagi mengincar foto satwa ataupun memotret anak-anak. Dengan sudut pandang rendah maka kita akan sejajar dengan mereka. Jika dipakai memotret satwa, satwa yang dipotret pun akan lebih nyaman atau tidak merasa terganggu.

5. High Angle

Memotret dari posisi yang lebih tinggi dari objek foto, sering kita gunakan kalau mau memotret keramaian lalu lintas, kerumunan orang yang sementara berkumpul, ataupun foto grup yang berjejer hingga beberapa baris ke belakang.
Dengan high angle kita bisa mendapatkan cakupan pandangan yang lebih luas dibandingkan eye level di poin nomer 3, tapi tentu tidak seekstrim yang didapat oleh bird’s view tadi.
Menggunakan high angle kita bisa menonjolkan komposisi secara leluasa dalam frame foto yang kita potret, karena didukung luasnya area yang bisa kita ambil di sudut pandang ini.




Komentar